Selama ini, banyak orang yang mulai memanfaatkan fitur pinjaman terutama dengan aplikasi pinjam uang tanpa bunga karena merasa memerlukan uang untuk hal-hal tertentu. Umumnya, pinjaman ini memiliki biaya tambahan yang disebut bunga dan harus dibayar oleh sang peminjam, namun banyak pula orang yang berusaha mendapatkan pinjaman tanpa bunga sama sekali. Apakah benar ada pinjaman yang tidak menyediakan bunga sama sekali?

Jawabannya ada, tergantung pada siapa Anda mengajukan pinjaman ini, karena bukan hanya didapatkan di bank atau lembaga keuangan saja, tetapi di tempat-tempat lain dan juga aplikasi online yang juga bisa memberikan pinjaman.

Sumber Pinjaman Tanpa Bunga

Nah, berikut ini akan disampaikan beberapa sumber yang dapat memberikan pinjaman tanpa bunga.

1. Jasa Pegadaian, dimana sistem yang berlaku dalam peminjaman di PT Pegadaian adalah sewa modal, bukan bunga. Dalam hal ini, sistem sewa modal yang satu ini akan dihitung setiap 15 hari dengan besaran 1,15% dan bisa semakin rendah jika mengembalikan dana kurang dari 15 hari. Nilai pinjaman yang diterima oleh Anda pun tergantung pada nilai taksir dari jaminan yang diberikan kepada Pegadaian, seperti misalnya ponsel pintar, alat-alat elektronik, kendaraan bermotor, dan perhiasan emas.

2. Pinjam uang pada kerabat dan saudara yang sekiranya dapat memiliki modal yang cukup kuat, di mana yang dibutuhkan cukuplah soal konsistensi dan komitmen dalam mengembalikan serta kepercayaan dalam peminjaman dana.

Baca Juga:  Persingkat Mekanisme Transaksi dengan Aplikasi Kasir Android

3. Kartu kredit juga dapat memberikan fasilitas peminjaman dana tanpa bunga, dengan syarat dilunasi sebelum tanggal jatuh tempo secara penuh agar tidak terkena bunga dan denda.

Contoh Aplikasi Pinjam Uang Tanpa Bunga

Selain itu, Anda juga dapat meminjam dana melalui beberapa aplikasi pinjam uang tanpa bunga online dan juga aplikasi pinjam uang tanpa bunga seputar Syariah yang tentu saja dapat menyediakan dana pinjaman tanpa bunga.

Satu di antara contohnya yaitu Kredivo, di mana pada awalnya Anda akan diberikan pinjaman bebas bunga, dan syarat agar tetap tanpa bunga adalah Anda dapat melunasi pinjaman sebelum 30 hari. Tetapi kekurangannya yaitu limit pinjamannya yang sangat kecil, yaitu sekitar 3 juta rupiah saja.

Kemudian, sistem pinjaman dengan metode syariah (KTA Syariah), misalnya di bank-bank syariah ataupun aplikasi-aplikasi online yang berbasis syariah, Anda tidak akan dikenakan biaya bunga apapun saat melunasinya dikarenakan tidak menerapkan sistem riba, melainkan bagi hasil (disebut juga model akad seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, salam, dan istishna). Meskipun syariah tidak mengenal bunga, tetapi Anda juga tetap harus menghitung besar cicilan dan periode pinjamannya, termasuk pula bagi hasil dari bank, sehingga Anda bisa memaksimalkan keuntungan yang diberikan dari KTA Syariah ini.

Beberapa aplikasi yang sering menerapkan pinjaman tanpa bunga terutama dengan metode syariah adalah Investree, Duha Syariah, Dana Syariah, Alami Sharia, dan Ammana.

Baca Juga:  Inilah 10 Rekomendasi Aplikasi Crypto yang Terbaik untuk Pemula

Sebagai contoh, Investree, yaitu sebuah aplikasi fintech dari tanah air yang menerapkan pinjaman berbasis Syariah, yaitu berupa pembiayaan modal kerja atas tagihan yang sedang berjalan, yaitu berupa modal produktif dan bukan untuk kepentingan konsumtif. Keunggulan dari aplikasi ini adalah dapat memberikan fasilitas pembiayaan maksimal 80% dari nilai invoice yang diminta, atau maksimal 2 juta, dan disesuaikan dengan jatuh tempo, maksimal hingga 6 bulan disertai dengan analisis dari pihak Investree itu sendiri.

Bahaya/Risiko Pinjaman Tanpa Bunga di Sisi Pihak Pemberi Pinjaman

Sebenarnya, pinjaman tanpa bunga dapat memberikan keuntungan terutama di sisi peminjamnya karena tidak perlu membayar biaya lebih untuk dapat mengembalikan dana pinjamannya, tetapi yang namanya pinjaman tentu tidak lepas dari yang namanya bahaya ataupun kerugian yang dialami baik ke pihak peminjam (mengalami kesulitan keuangan ketika si penerima tidak lancar dalam mengganti ruginya) ataupun di pihak peminjam itu sendiri.

Dari pihak pemberi pinjaman, secara umum, si pemberi tidak lepas dari kerugian akibat gagal bayar dari si penerima. Secara umum, risiko atau bahaya yang akan dihadapi ketika memutuskan untuk memberi pinjaman tanpa bunga adalah si pemberi pinjaman bisa saja mengalami kesulitan keuangan jika si penerima tidak lancar dalam membayar sesuai dengan besaran yang dipinjam.

Selain itu, terkadang, pinjaman tanpa bunga itu juga membutuhkan suatu jaminan, sebagai proteksi bagi si pemberi pinjaman jika di masa depan, seseorang yang meminjam dana ini mengalami kegagalan dalam pembayaran secara tepat waktu. Jika tanpa agunan/jaminan sama sekali, bukan tidak mungkin si pemberi pinjaman akan mengalami kesulitan keuangan yang lebih dari si peminjam.

Baca Juga:  Pengertian, Jenis dan Cara Install WA GB APK Terbaru

Bahaya/Risiko Pinjaman Tanpa Bunga di Sisi Pihak Peminjam

Dari sisi peminjam dana, risiko juga dapat menimpanya, lho, terutama jika mengalami gagal bayar tepat pada waktunya. Misalnya, catatan kredit peminjam akan tercatat di bank, terutama Bank Indonesia. Dikhawatirkan nantinya Bank Indonesia akan dicap sebagai peminjam yang buruk.

Selain itu, dari sisi peminjam pula, si peminjam ini dapat di-blacklist apabila gagal dalam membayar, padahal sudah disepakati antar kedua pihak, sehingga di kemudian hari, si peminjam akan sulit mendapatkan pinjaman dari lembaga/aplikasi yang sama. Hal ini tentu akan dialami ketika Anda meminjam dari perbankan ataupun aplikasi online, terutama dalam hal metode syariah yang digunakan.

Apalagi jika Anda meminjam kepada keluarga ataupun teman dekat Anda, maka kemungkinan besar bahwa Anda sebagai si peminjam akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan kembali jika ingin meminjam lagi di kemudian hari. Bahkan, Anda bisa berurusan dengan pihak ketiga seperti debt collector dan bahkan sampai diteror setiap saat.

Oh ya, pinjaman tanpa bunga ini berpotensi membuat si peminjam menjadi ‘sewenang-wenang’ dalam meminjam, sehingga lalai untuk mengembalikan pinjaman secara tepat waktu dan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Padahal, biasanya, pinjaman sering dilayani dengan bunga untuk menjamin kedisiplinan dalam mengembalikan dana yang sudah dipinjam.

Share: