Connect with us
Indosat GIG Gulung Tikar 25 November, Imbas Denda Rp. 1,3 Triliun

Berita Spesial



Indosat GIG Gulung Tikar 25 November, Imbas Denda Rp. 1,3 Triliun

Baca Berita Indosat GIG Gulung Tikar 25 November, Imbas Denda Rp. 1,3 Triliun Disini!

Indosat, sebagai provide yang menyediakan internet rumahan Indosat GIG, akan menghentikan semua layanannya tepat pada tanggal 25 November 2021 nanti. Pengehentian ini merupakan akibat dari denda yang dilayangkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Jika anda menggunakan Indosat GIG, mungkin anda menerima kabar tentang penghentian layanan Indosat GIG ini, melalui surat edaran resminya. Surat edaran tersebut disampaikan langsung oleh manajemen indosat GIG,

“Dengan sangat menyesal kami menyampaikan bahwa perusahaan tidak dapat lagi menjalankan aktifitas bisnisnya secara menyeluruh paling lambat sampai dengan tanggal 25 November 2021.” Kabar penghentian layanan Indosat GIG ini kini sedang ramai di jagat Twitter.

Kejaksaan Negeri Jakarta selatan, melayangkan denda tersebut berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 787K/PID.SUS/2014 tanggal 10 Juli 2014 dan pihak IM telah menandatangani berita acara serah terima asset tersebut, diharapan Kejagung pada 5 Agustus 2021 dan juga pada 16 November yang lalu.

Denda dan penghentian layanan dari Indosat GIG ini merupakan akibat dari kasus korupsi Indosat Mega Media (IM2) yang menggunakan jaringan pita frekuensi 3G , dimana kasus korupsi ini berawal dari kejasama penyelenggaran internet dengan frekuensi 2.1 Ghz / Giga Herzt yang di jalankan oleh PT Indosat dan IM2. Dimana akhirnya menyeret Indar Atmanto mantan Direktur Utama IM2 sebagai tersangka utama.

Selain kasus korupsi tersebu, IM2 juga ternyata tidak membayar pajak terkait penggunaan frekuensi tersebut, yang mengakibatkan negara mengalami kerugian sampai Rp. 1, 35 Triliun yang akhirnya harus di tanggung oleh Indosat sebagai dena yang harus dibayarkan.

Informasi lainnya, yang disampaikan oleh Billy Nikolas Simanjuntak selaku Corporate Secretary Indosat bahwa kejagung telah mulai eksekusi dengan memasang tanda silang sita pada aset-aset subtantif IM2 yang meliputi tanah, bangunan dan juga mobil. Ia juga menambahkan, bahwa IM2 akan diambil alih. Mengingat kondisi keuangan yang terhambat.

Namun demikian, menurutnya hal ini tidak akan mempengaruhi apapun dan tidak akan ada dampak pada kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan juga berjalannya perusahaan perseroan tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top