Connect with us
Mengaku siap Kalah, Kedua Pasangan Suami Istri ini Bersaing Dalam Pemilihan Kepala Desa

Berita Spesial



Mengaku siap Kalah, Kedua Pasangan Suami Istri ini Bersaing Dalam Pemilihan Kepala Desa

Baca Berita Tentang Mengaku siap Kalah, Kedua Pasangan Suami Istri ini Bersaing Dalam Pemilihan Kepala Desa Disini!

Menjadi pasangan yang berstatus suami istri dalam pemilihan kepala desa, pasangan ini mengaku siap kalah dalam pemilihan kepala desa di Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajem Paser Utara, daerah kawasan calon ibu kota negara (IKN)

Kasiyono, yang merupakan calon Kades mengatakan bahwa, dirinya siap kalah. Dan itu yang membuat dirinya tidak melakukan kampanya, tapi tetap melakukan sosialisaso untuk menyukseskan pemilihan kepala desa yang akan berlangsung pada tanggal 15 desember nanti. Pernyataan itu, disampaikan Kasiyono pada Minggu, 21 November.

Sementara itu, Emilia Kartika yang merupakan istri dari Kasiyono juga menyampaikan hal serupa dan siap kalah. Dalam pemilihan Kepala Desa itu, Emilia mendapatkan nomor urut 01 dan Kasiyono mendapatkan nomor urut 02 dimana masing-masing berpeluang menjadi kepala desa dari Wonosari.

Walaupun siap kalah, Kasiyono juga mengatakan akan siap jika dirinya ternyata menang. Dan dikatakan Kasiyono jika dirinya menang, ia akan melanjutkan program yang sebelumnya belum tuntas, dan akan melanjutkan pengembangan ekowisata goa yang ada di desanya. Diketakui, di desa wonosari terdapat Goa yang dinamakan Goa Tapak Raja yang belum dikelola secara optimal.

Kasiyono, pada pencalonan pemilihan kepala desa 6 tahun yang lalu berhasil mearih suara sekitar 80% sedangkan total suara dari dua lawan politiknya hanya 20%.

Dan untuk pemilihan kepala desa tahun ini, Kasiyono sudah tidak akan mematok atau mengejar berapa jumlah perolehan suarany, karena sekarang lawan politiknya adalah istrinya sendiri.

Emilia juga menyatakan bahwa akan siap kalah, dan memberikan posisi kemenangan kepada suaminya, dan bahkan pada sosialiasinya itu emilia lebih mengutamakan masyakat untuk memilih suaminya.

Menurut Emilia, dirinya mendaftarkan diri menjadi Calon kepala desa pada detik-detik terakhir penyerahan formulir pendaftaran. Dirinya juga mengaku motivasinya menjadi calon kepala desa tidak lain hanyalah untuk memuluskan jalannya pemilihan kepala desa. Karena pada pemilihan kali ini hanya suaminya yang mendaftarkan diri menjadi kepala desa, dan jika hanya ada satu calon maka proses pemilihan kepala desa akan ditunda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top