Legalitas usaha adalah suatu proses yang cukup penting di perusahaan dimana kita perlu memberikan informasi resmi terkait perusahaan untuk membuat perusahaan tersebut menjadi suatu tempat yang resmi dan dinyatakan aman dari tindakan ilegal atau semacamnya. Fungsi dari legalitas ini adalah agar suatu perusahaan yang kita miliki bisa diterima dan dikenal oleh masyarakat luas. Legalitas juga harus sah menurut dengan undang-undang yang berlaku, dengan itu artinya perusahaan yang kita miliki akan dilindungi oleh dokumen yang sah dimata pemerintah dan hukum.

Ada beberapa jenis legalitas usaha yang perlu dilakukan oleh pemilik usaha. Berikut akan saya bahas mengenai jenis legalitas, manfaat, dan cara untuk melakukan legalitas tersebut. Berikut adalah serba-serbi tentang legalitas usaha yang perlu anda ketahui untuk menunjang kegiatan wirausaha anda.

Legalitas Usaha Yang Dibutuhkan

Ada beberapa bentuk dari legalitas sebuah perusahaan, berikut adalah bentuk dari legalitas tersebut :

1. Nama Perusahaan

Nama dari sebuah perusahaan merupakan tombak utama perusahaan. Nama ini merupakan sebuah jati diri dari sebuah perusahaan yang akan dipakai selama menjalankan usaha. Nama perusahaan juga akan menjadi sebuah pribadi bagi suatu perusahaan.

Dengan sebuah nama perusahaan ini akan menjadi pembeda dan ciri dari sebuah perusahaan dengan perusahaan lain. Nama suatu perusahaan tidak akan bisa dipisahkan dengan perusahaan itu sendiri. Apabila nama dari sebuah perusahaan menghilang, maka otomatis eksistensi dari perusahaan tersebut juga akan ikut menghilang.

Cara pemberian nama pada perusahaan biasanya di dasarkan oleh 3 hal, yaitu yang pertama melalui nama pribadi dari pemilik usaha. Kedua, berdasarkan dengan jenis usaha yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Ketiga, dan tujuan dari perusahaan tersebut didirikan.

Baca Juga:  Pilihan Usaha yang Cocok Di Kampung Yang Menguntungkan

2. MEREK

Merek digunakan untuk membedakan antara produk dari satu perusahaan ke perusahaan yang lainnya. Merek juga diatur dalam undang-undang di Indonesia, hal yang diatur didalamnya adalah berupa Gambar, susunan warna, nama, kata, huruf-huruf yang dipakai, dan juga angka. Dalam memilih merek juga harus memenuhi beberapa syarat seperti tanda seperti gambar ataupun tulisan dari suatu perusahaan haruslah berbeda dengan produk baik barang maupun jasa dari perusahaan yang lain, serta harus memiliki penentu yang jelas mengenai barang yang bersangkutan.

3. Surat Izin Usaha (SIUP)

Surat izin usaha haruslah dimiliki oleh perusahaan baik yang bergerak di bidang jasa maupun perdagangan. Berikut adalah jenis surat yang diperlukan oleh perusahaan :

• SIUP jenis usaha mikro, SIUP ini digunakan untuk perusahaan yang memiliki modal awal di bawah Rp.50 Juta

• SIUP jenis usaha kecil, SIUP jenis ini digunakan untuk usaha yang memiliki modal awal sekitar Rp.50 juta sampai dengan Rp.500 juta.

• SIUP jenis usaha menengah, jenis ini digunakan untuk usaha yang memiliki modal kisaran rp.50 juta keatas hingga Rp.10 M.

• SIUP jenis usaha besar, jenis ini adalah untuk sebuah perusahaan yang modal awalnya sekitar lebih dari Rp.10 M.

Selain izin perusahaan, anda juga akan membutuhkan izin untuk tempat. Surat Izin Tempat Usaha (SITU) memiliki fungsi untuk legalitas usaha di bidang tempat. Dengan SITU juga akan mempermudah dalam pengurusan penanaman modal, SITU juga memiliki masa berlaku yang cukup panjang yaitu selama 3 tahun.

Baca Juga:  Jenis Bisnis Yang Sering Dipilih Artis Indonesia

4. Surat Keterangan Izin Usaha Industri

Surat izin ini adalah berupa surat keterangan terkait dengan perusahaan seperti :

• Domisili, surat ini digunakan untuk menyatakan tempat dimana usaha anda didirikan. Surat keterangan ini bisa anda ajukan apabila sudah memiliki akta pendirian perusahaan. Batas surat ini adalah sekitar 5 tahun, sedangkan untuk perusahaan dengan kantor virtual harus melakukan pembaruan setiap satu tahun.

• Tanda daftar Perusahaan

Dokumen ini merupakan tanda bukti tentang perusahaan anda jika sudah terdaftar. Biasanya tanda bukti ini digunakan untuk PT, CV, dan juga Firma. Sedangkan, untuk badan hukum selain yang saya sebutkan di atas tidak diwajibkan untuk mengurus tanda daftar perusahaan.

Manfaat Memiliki Legalitas Usaha

• Sebagai Sarana perlindungan hukum

Dengan memiliki izin, maka usaha kita akan terhindar dari penertiban dan pembongkaran oleh pihak berwajib, maka kita juga akn lebih nyaman dan aman dalam melakukan keberlangsungan usaha.

• Sarana promosi

Dengan kita melakukan pengurusan dokumen, secara tidak langsung kita sudah memperkenalkan usaha kita kepada beberapa orang dan melakukan promosi.

• Bukti terhadap kepatuhan hukum

Dengan memiliki dokumen resmi dan legalitas usaha, kita sudah ikut berperan dalam mematuhi hukum yang berlaku dan menegakkan budaya disiplin terhadap aturan.

Baca Juga:  Usaha Modal 1 Juta Untuk Mahasiswa Yang Patut Dicoba

• Memudahkan mendapat proyek

Setiap tender perusahaan pastilah meminta dokumen terkait pelegalan suatu perusahaan. Dengan memiliki dokumen yang dibutuhkan ini akan memudahkan kita dalam melakukan pengembangan terhadap usaha yang kita miliki.

• Mempermudah pengembangan usaha

Seperti yang diketahui setiap usaha pastilah membutuhkan biaya yang besar. Seiring berjalannya waktu, usaha yang kita miliki pasti akan membutuhkan biaya yang lebih besar lagi, dengan memiliki legalitas usaha dan dokumen resmi maka akan dapat mempermudah kita dalam melakukan pinjaman ke bank.

Cara Melakukan Legalisasi Usaha

Untuk melakukan legalisasi usaha ada beberapa cara yang perlu dilakukan oleh pemilik usaha. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan legalitas usaha :

1. Pertama, pastikan anda sudah membuat akta kelahiran untuk perusahaan anda di hadapan notaris

2. Minta surat izin untuk domisili perusahaan anda. Anda bisa mendapatkannya di desa atau kelurahan tempat perusahaan anda berada juga minta izin dari kecamatan

3. Buat SIUP, TDP, dan juga SITU, jangan lupa berikan dokumen lain yang diminta untuk proses legalisasi usaha.

4. Selanjutnya, untuk melakukan legalitas usaha anda perlu membuat NPWP.

5. Kemudian, ajukan NPWP tersebut ke kantor pajak daerah, minta juga surat untuk pengukuhan PKP.

6. Apabila perusahaan sudah masuk kedalam syarat menjadi PKP, maka anda harus meminta faktur untuk menerbitkan PPN tersebut.

7. Sertakan pula SPT bulanan dan juga tahunan.

8. Kemudian bayar pajak dengan rutin dan perpanjangan dokumen yang dibutuhkan apabila sudah hampir kedaluwarsa.

Share: