Walaupun kini banyak bahan pengganti yang digunakan untuk membuat dinding, tetapi hingga saat ini batu bata tetap menjadi bahan bangunan yang paling banyak digunakan sebagai material pembuat dinding rumah.

Alasan sebagian orang tetap memilih batu bata sebagai material utama dalam membangun rumah adalah karena batu bata memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan material sejenis lainnya seperti lebih kuat dan dapat menghadang hawa panas dari luar rumah, sehingga rumah lebih terasa sejuk.

Itulah mengapa sampai saat ini batu bata yang terbuat dari tanah liat atau lempung ini masih banyak digunakan oleh masyarakat.

Semakin meningkatnya pembangunan pada sektor perumahan dan property tentunya berdampak pada kebutuhan terhadap batu bata semakin meningkat, hal tersebut menunjukan bahwa adanya Peluang Usaha Industri Batu Bata dalam pengadaan material bangunan untuk mendukung pembangunan sektor perumahan.

Baca Juga:  10 Ide Usaha untuk Ibu Rumah Tangga Untung Besar Modal Kecil

Hal lain yang menjadikan komoditas batu bata ini sebagai peluang bisnis adalah karena ketersediaan bahan baku dan jumlah biaya investasi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan.

Proses Pembuatan Batu Bata

Hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat batu bata adalah bagaimana mendapatkan bahan baku yang berkualitas, sehingga dihasilkan batu bata yang kuat. Untuk itu diperlukan kejelian dalam menentukan lokasi produksi batu bata. Pilihlah lokasi yang berada pada lahan tanah merah yang berbentuk membukit dengan tekstur tanah merahnya yang liat dan tidak terlalu banyak mengandung pasir serta dekat dengan sumber air. Selain itu tanah liat juga dapat diperoleh dengan menggali tanah sedalam 3 hingga 4 meter menggunakan alat bantu traktor. Jika tidak dimungkinkan, kita dapat mendatangkan bahan baku tanah dari daerah lain yang memiliki kondisi lahan yang memiliki kriteria tersebut. Dan berikut adalah tahapan pembuatan batu bata.

Baca Juga:  Cara Efektif Memulai Bisnis Salon Kecantikan

Pencetakan

Buat adonan bata dengan mencampur tanah liat dengan air secukupnya.

Cetak adonan sesuai ukuran yang diinginkan (dapat menggunakan mesin pencetak atau secara manual).

Jika menggunakan mesin pencetak, berikan minyak sawit di tempat keluarnya cetakan bata pada mesin, agar bata dapat tercetak rapi, apabila cetakan bata yang keluar dari mesin cetak belum padat atau pecah, proses pencetakan dapat diulanggi dengan memasukan kembali adonan ke dalam mesin pencetak sampai cetakan bata yang keluar betul-betul padat dan rapi.

Penjemuran

Jemur adonan bata yang sudah dicetak kurang lebih selama 5 hari hingga bata mongering (jika cerah 3 hari, jika mendung 1 minggu).

Pengerasan/Pembakaran

Pembakaran yang fungsinya untuk mengeraskan batu bata dapat dilakukan dengan berbagai teknik, diantaranya adalah:

Teknik pertama adalah dengan menyusun bata sehingga membentuk konstruksi yang memungkinkan untuk memasukan bara api dari sekam kedalam dan sekeliling susunan bata, dan membakarnya selama 2 hari 2 malam.

Baca Juga:  Begini Contoh Rencana Bisnis (Studi Kasus: Bisnis Susu Kambing)

Teknik kedua adalah dengan membakar batu bata di dalam tungku perapian selama 2 hari 2 malam.Teknik ketiga adalah dengan pengerasan batu bata tanpa dibakar, dimana proses pengerasan batu bata ini dilakukan dengan menggunakan cairan kimia.

Simulasi Bisnis

a. Biaya Investasi

NoJenisJumlahHarga SatuanJumlah
1Bangunan semi permanen2 unit Rp       10,000,000 Rp       20,000,000
2Mesin cetak batu bata1 unit Rp       18,000,000 Rp       18,000,000
3Mesin diesel1 unit Rp         5,000,000 Rp         5,000,000
4Mesin pompa air1 unit Rp         2,000,000Rp         2,000,000 
5Tangki air1 buah Rp         1,500,000Rp         1,500,000 
6Peralatan penunjang (gerobak, cangkul, sekop dll)3 setRp           500,000Rp         1,500,000  
Total Biaya InvestasiRp       38,000,000

b. Biaya Operasional per Bulan

No.JenisJumlahHarga SatuanJumlah
1Sewa lahan1 bulanRp        5,000,000 Rp        5,000,000
2Biaya Tenaga Kerja   
 Tenaga Kerja Langsung (produksi)3 orangRp        1,000,000Rp        3,000,000 
 Tenaga Kerja Tidak Langsung    
 – Marketing1 orangRp        1,500,000Rp        1,500,000 
 – Keuangan1 orangRp        1,500,000Rp        1,500,000
 Sub Total Biaya Tenaga KerjaRp        6,000,000
3Biaya Bahan Baku   
 Tanah liat25 trukRp            500,000Rp       12,500,000
 Sekam padi1 trukRp         1,000,000Rp         1,000,000
 Sub Total Biaya Bahan BakuRp       13,500,000
4Biaya Overhead      
 Angkutan1 bulanRp          1,000,000Rp          1,000,000
 Bahan bakar solar1 bulanRp             500,000 Rp             500,000 
 Biaya pemeliharaan1 bulanRp             500,000Rp             500,000
 Sub Total Biaya OverheadRp          2,000,000
5Biaya Administrasi1 bulanRp             500,000Rp             500,000
6Biaya Pemasaran1 bulanRp             500,000Rp             500,000
 Total Biaya OperasionalRp      27,500,000

c. Proyeksi Laba Rugi per bulan

Nilai penjualan = Jumlah produksi x Harga jual batu bata/buah

                        = 70,000 bata x Rp 450

                        = Rp 31,500,000

Laba per bulan = Penjualan – Biaya Operasional

                            = Rp 31,500,000 – Rp 27,500,000

                            = Rp 4,000,000

Demikianlah tadi ulasan kita kali ini mengenai Peluang Usaha Industri Batu Bata dilengkapi dengan simulasi bisnis-nya. Semoga dapat bermanfaat serta menambah wawasan dan referensi bisnis kita. Godluck!

Share: