Tak banyak yang tahu mengenai pengertian dari uang dan pinjaman uang, meskipun uang digunakan setiap hari untuk bertransaksi, serta pinjaman uang dengan cicilan kerap dilakukan orang-orang yang membutuhkan. Oleh sebab itu, di kesempatan kali ini akan membahas sekilas tentang uang, pinjaman uang, dan sejumlah hal yang memiliki kaitan. 

Apa Itu Uang?

Di dalam ilmu ekonomi yang modern, uang merupakan sesuatu yang ada serta secara umum diterima menjadi alat pembayaran untuk pembelian barang dan jasa, serta kekayaan yang berharga lain pun untuk bayar hutang. Sejumlah ahli pun sebutkan fungsi dari uang menjadi alat penunda pembayaran. 

Kesimpulannya, uang merupakan benda diterima oleh masyarakat secara umum untuk mengukur nilai, menukar, serta membayar atau melakukan pembayaran pada pembelian barang maupun jasa, dan di waktu bersamaan menjadi alat penimbun kekayaan. 

Uang bisa didapatkan dengan banyak cara. Mulai dari bekerja, misalnya Anda bisa bekerja di perusahaan swasta atau di instansi pemerintah, Anda akan mendapatkan gaji atau penghasilan dari pekerjaan yang sudah Anda kerjakan selama satu bulan. Selain itu, Anda bisa berbisnis. Sekarang ini sudah banyak jenis bisnis yang bisa dijalani, apalagi sekarang sudah terdukung oleh kemajuan teknologi dan internet yang memudahkan untuk berbisnis secara online. Misalnya saja, Anda bisa membuka toko pakaian online dan lain sebagainya. 

Satu lagi cara mendapatkan uang dengan cukup cepat adalah dengan cara meminjam. Namun, sebaiknya Anda meminjam uang saat benar-benar sedang membutuhkan. Ada banyak tempat yang aman untuk meminjam uang, misal meminjam di saudara atau teman, meminjam uang di bank, hingga meminjam uang di fintech resmi yang sudah mengantongi izin OJK. 

Namun, meskipun sekarang sudah ada banyak cara mendapatkan uang, Anda pun harus tetap berhati-hati dalam mengelolanya. Tentu hal ini agar uang bisa digunakan dengan sebaik-baiknya dan ketika Anda sangat membutuhkannya, Anda bisa menggunakannya dengan mudah dan cepat. 

Cara mengelola uang sendiri dapat dikatakan susah-susah gampang, tapi Anda bisa mengikuti sejumlah cara kelola uang berikut ini”

1. Membuat Anggaran Keuangan

Usahakan Anda untuk buat skala prioritas, karena ini akan hindarkan Anda untuk beli hal-hal yang tak dibutuhkan. Anggaran keuangan pun akan berikan Anda gambaran seberapa besar pengeluaran tiap bulannya. 

2. Melunasi Hutang

Cara kelola uang yang baik serta benar adalah dengan tak punya hutang. Jika Anda memang harus sekali berhutang, maka Anda perlu untuk perhatikan besaran bunga serta jangka waktu melunasinya. 

3. Menyiapkan Asuransi

Menyiapkan dana untuk asuransi akan sangat membantu di saat yang sulit. Dengan Asuransi Anda tak perlu takut dan khawatir jika sewaktu-waktu terjadi hal tak diinginkan. Namun, Anda harus pilih Asuransi terpercaya, mudah pencairan dananya, dan premi ringan sesuai dengan kemampuan.  

4. Menginvestasikan Uang

Menginvestasikan uang merupakan salah satu keharusan di masa sekarang. Investasi sekarang ini bisa dilakukan dari nominal yang cukup rendah. Tak hanya itu, sekarang Anda pun dapat memilih banyak opsi produk investasi. Investasi akan berikan Anda keuntungan di masa depan.

5. Simpan Uang Receh

Anda bisa memanfaatkan celengan untuk simpan uang receh. Uang receh yang dikumpulkan tanpa terasa bisa Anda pakai untuk kebutuhan tersier. 

Baca Juga:  5 Kesalahan Fatal Penyebab Bisnis Online Gagal Total

6. Menabung

Menabung penting sekali di dalam kelola uang dengan benar. Namun satu hal penting, sebaiknya Anda tak simpan uang terlalu banyak di tabungan, karena uang akan termakan inflasi.

Seperti yang disebutkan di atas, meminjam uang adalah salah satu cara mendapatkan uang dengan cepat jika sangat membutuhkan. Namun, belum banyak orang yang tahu apa yang dimaksud tentang pinjaman uang. Padahal mengetahui pengertian pinjaman uang sangat penting sebelum benar-benar memutuskan meminjam uang. 

Apa Itu Pinjaman Uang?

Pinjaman merupakan jenis hutang yang disediakan lembaga keuangan ataupun individu, yang mana disediakan sejumlah uang yang akan dipinjamkan ke debitur, umumnya dengan bunga. Menurut kesepakatan pinjaman, debitur wajib untuk melunasi hutang pinjaman bersama bunga yang sudah ditentukan dengan bertahap pada jangka waktu yang tertentu atau dengan kata lain pinjaman uang dengan cicilan. 

Bentuk dari pinjaman uang pun beragam, berikut beberapa jenis pinjaman uang:

Pinjaman dengan Agunan

1. Kredit Multiguna

Produk kredit perbankan yang bisa memberikan fasilitas pinjaman uang secara tunai ke debitur dengan berikan suatu jaminan. Umumnya besar dari pinjaman disesuaikan harga properti atau barang dijaminkan. 

2. Pegadaian

Pegadaian bisa berikan pinjaman uang atau dana secara cepat ke masyarakat. Pegadaian milik Kementrian BUMN telah mempunyai ijin yang resmi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), serta ada tiga jenis pinjaman, yakni KCA (Kredit Cepat Aman, Krasida (Kredit Gadai Sistem Angsuran, serta Kreasi. 

3. Pegadaian Swasta

Pegadaian ini hampir sama dengan pegadaian milik BUMN. Hanya Anda perlu memperhatikan dan melihat status dari pegadaian swasta apakah sudah atau belum mempunyai izin serta terdaftar pada OJK. 

Pinjaman Tanpa Agunan

1. Kredit Tanpa Agunan

Pinjaman yang satu ini tak perlu untuk jaminkan aset sebagai agunan. Umumnya produk KTA untuk biaya darurat, biaya pendidikan, dan lain sebagainya.

2. Pinjaman Online

Pinjaman satu ini merupakan pinjaman dana lembaga keuangan berbasis online. Anda cukup ajukan pinjaman melalui website atau aplikasi, pengajuan pinjaman akan diproses tanpa Anda harus antri di lembaga keuangan. 

3. Cash Advance Kartu Kredit

Nasabah bisa untuk tarik uang dari rekening kartu kredit dimiliki. Dana nantinya dapat Anda tarik lewat mesin ATM. Produk ini umumnya disediakan bank, baik itu milik BUMN ataupun milik Swasta. 

Resiko Pinjaman Uang secara Offline dan Online

Meminjam uang baik secara offline maupun online, tentu ada sejumlah risiko yang mungkin akan didapatkan dan harus ditanggung. Berikut sejumlah risiko tersebut:

Risiko Pinjaman Uang secara Offline

Ada beberapa cara meminjam uang secara online, seperti meminjam kepada teman atau keluarga dan meminjam dari bank. Meminjam uang di bank maupun pada teman atau keluarga mempunyai sejumlah risiko. Misalnya saja, risiko pinjam uang pada teman atau keluarga berikut ini:

1. Ubah Kepribadian dari Seseorang

Menurut studi yang Kansas State University lakukan di tahun 2013, pertengkaran mengenai uang adalah penyebab yang utama dari berakhirnya pernikahan. Artinya, orang yang dicintai sekali dapat berubah saat uang jadi masalah. Uang pun ubah kepribadian orang di dalam bisnis. Bukan hanya satu atau dua kali, teman atau keluarga saling menggugat padahal di awal sukses membangun bisnis bersama. Intinya, orang yang dekat sekali dengan Anda sekalipun dapat jadi musuh dikarenakan masalah uang.

2. Anda Mungkin akan Kesulitan dalam Kembalikan Uang

Bisnis kebanyakan memerlukan waktu hingga bertahun-tahun untuk dapat balik modal. Jika Anda pinjam uang ke teman untuk alasan satu ini, Anda harus memikirkan risiko yang satu ini. Bukan untuk menakuti, tapi hampir setengah dari pengusaha di Amerika harus tutup bisnis pada jangka waktu 5 tahun setelah mulai bisnis karena tak sanggup atau kesulitan dalam kembalikan uang pinjaman. 

Baca Juga:  Trik SEO Khusus Untuk Mendukung Berjualan di Tokopedia

Saat Anda tak punya uang untuk bayar hutang ke teman atau keluarga, hubungan Anda dengan mereka bisa saja menjadi runyam. Terlebih jika mereka juga sedang kesulitan ekonomi. 

Resiko Pinjaman Uang Online

1. Bunga yang Tinggi

Fakta ini harus Anda ketahui sejak awal jika tingkat dari bunga pinjaman dana online cenderung tinggi. Bahkan dapat dikatakan sangat tinggi.

Hingga saat ini, OJK tak atur batasan mengenai bunga pinjaman online. Tinggi dari suku bunga diserahkan ke pemain pasar atau market player, perusahaan pinjaman dana online. Perusahaan pinjol mempunyai alasan tersendiri di dalam terapkan bunga yang setinggi itu. Satu di antaranya, risiko yang tinggi nasabah online, karena kemudahan dari persyaratan serta kecepatan dalam hal persetujuan. 

Selama peminjam mengetahui dan berhitung tentang bunga harus dibayarkan, seharusnya tak masalah jika ambil pinjaman yang bunganya sangat tinggi. Namun, yang menjadi masalah adalah orang yang ambil pinjaman online tanpa menghitung bunga serta baru berikan complain saat sudah ambil pinjaman yang mengakibatkan tak mau ataupun tak sanggup untuk kembalikan pinjaman. 

Jadi, tingginya bunga merupakan hal penting untuk diketahui nasabah pinjaman dana online. Meskipun, banyak orang yang tetap ambil pinjaman online karena kemudahan dan kecepatan lebih penting dibanding besarnya jumlah bunga. 

2. Plafond Pinjaman yang Kecil

Salah satu yang menjadi resiko pinjaman online, yaitu plafon tanpa agunan yang tak besar. Per pinjaman rata-ratanya di bawah Rp. 5 juta. Bahkan sejumlah pinjaman online mulai plafond dari Rp. 1 juta serta baru dapat untuk meminta kenaikan setelah ambil pinjaman hingga beberapa kali. Sifat dari pinjaman dana online yang mudah dan cepat berimbas ke jumlah plafond ditawarkan. Tak dapat ambil untuk pinjaman yang jumlahnya besar. 

3. Data Pribadi pada Aplikasi

Di dalam ajukan pinjaman dana online, sebagai prosedur pinjaman online, calon debitur atau peminjam wajib untuk unduh aplikasi pinjaman online. Nasabah yang unduh aplikasi pada ponsel dan dari perangkat tersebut mengajukan pinjaman. Pastinya, cara yang satu ini berikan kemudahan. Kapan pun Anda membutuhkan uang, Anda tinggal membuka aplikasi pinjol di ponsel dan dapat ajukan kredit. Namun, resikonya adalah adanya ekspose data pribadi Anda di ponsel yang aksesnya diminta oleh perusahaan pinjaman dana online ketika nasabah ajukan pinjaman. Maka dari itu, Anda yang menjadi calon nasabah harus paham dan mengerti jika berikan persetujuan akses dan penggunaan data pribadi untuk kepentingan pengajuan pinjaman atau kredit online. 

4. Persetujuan yang Lama

Harapan tinggi saat ajukan pinjaman dana online adalah persetujuan pinjaman yang cepat cair. Namun, kenyataannya tak semua pinjaman online dapat wujudkan janji dana yang cepat cair itu. Dapat dilihat pada berbagai komentar di Playstore yang keluhkan layanan pinjol mengenai lamanya pencairan dana serta tak adanya response atas pengajuan pinjaman dana online.

Nyatanya, walaupun memakai teknologi, banyak proses pada pinjaman online yang tak dapat cepat. Membutuhkan waktu sampai beberapa hari hingga ada keputusan pengajuan pinjaman disetujui atau tidak. Kondisi yang ini perlu untuk calon nasabah sadari. Tingginya dari ekspektasi perlu untuk dibarengi dengan kesadaran mengenai realita yang ada di lapangan. 

Hukum Pinjaman Uang Baik secara Offline dan Online

Di dalam kondisi yang mendesak, kadang seseorang memilih cara untuk berhutang sebagai salah satu solusi. Berhutang memang tidak sepenuhnya salah. Bahkan ada hukum yang mengaturnya, salah satunya hukum berhutang menurut islam.

Baca Juga:  Wajib Tahu: Tips Bisnis bagi Pemula

Islam memang tak melarang umatnya meminjam uang atau berhutang, tapi ada cukup banyak anjuran di Al-Qur’an hingga hadits yang menjelaskan tentang hal tersebut. Berikut etika serta hukum pinjam uang atau berhutang:

1. Saat hendak berhutang atau meminjam uang, seseorang harus punya niat kuat untuk membayar hutang itu kelak ketika jatuh tempo. Ini sesuai dengan hadist dari Hurairah. HR Bukhari: 2387.

2. Di dalam jalankan transaksi utang piutang yang nominalnya cukup banyak atau besar, ada baiknya hadirkan saksi ataupun ditulis dengan dibubuhkan tanda tangan dari kedua belah pihak yang memiliki tujuan untuk hindari perselisihan dari dua pihak tersebut meskipun secara normatif pada masalah satu ini kedudukan dari saksi atau tulisan hukumnya tak wajib.

Berdasarkan Ibnu Abbas sebagaimana dikutip oleh ulama-ulama bahwa pada ayat 282 Surat al-Baqarah tak jelaskan mengenai kewajiban tuliskan transaksi utang piutang. Namun, jelaskan tentang dibolehkannya akad pesan atau salam.

3. Jika telah sampai waktu jatuh tempo dan memiliki harta yang di luar persediaan makanan pokok untuk diri sendiri dan keluarga, hutang harus dibayarkan sesuai dengan prinsip Nabi jika menunda hutang bagi orang mampu adalah bentuk kezaliman. 

4. Jika telah jatuh tempo, tapi hutang belum dibayar, dan pemberi hutang mencekal peminjam untuk tak pergi jauh, maka peminjam harus mematuhinya. Bepergian dapat menimbulkan kekhawatiran pemberi pinjaman karena ada potensi hutang tak dibayar. 

5. Pemilik hutang harus persilahkan jika seandainya pemberi uang pinjaman ingin menginap di rumah atau bahkan mengikuti peminjam kemana saja karena pemberi pinjaman mendapatkan hak itu selama sudah sampai jatuh tempo. 

Aplikasi Pinjaman Uang dengan Cicilan yang Terdaftar OJK

Ada cukup banyak aplikasi pinjaman uang yang aman, karena sudah resmi dan berizin dari OJK. Berikut beberapa di antaranya:

1. Danamas dari PT. Pasar Dana Pinjaman KE. Website: https://p2p.danamas.co.id.

2. Investree dari PT. Investree Radhika Jaya. Website: https://www.investree.id.

3. Amartha dari PT. Amartha Mikro Fintek. Website: https://amartha.com.

4. DOMPET Kilat dari PT. Indo Fin Tek. Website: https://www.dompetkilat.co.id.

5. KIMO dari PT. Creative Mobile Adventure. Website: http://kimo.co.id.

Penyedia Pinjaman Uang Baik Secara Offline dan Online yang Terdaftar OJK

Sampai pada tanggal 6 Oktober 2021, total jumlah penyelenggara fintech lending yang berizin dan terdaftar OJK adalah 106 penyelenggara. Berikut beberapa di antaranya:

1. PT Sens Teknologi Indonesia;

2. PT Fintech Bina Bangsa;

3. PT FinAccel Digital Indonesia;

4. PT Piranti Alphabet Perkasa;

5. PT Kreasi Anak Indonesia;

Selain penyelenggara atau penyedia pinjaman uang online di atas, ada beberapa penyedia pinjaman uang offline yang juga aman dan terdaftar di OJK, di antaranya:

1. Bank-Bank Negara

2. Pegadaian Milik BUMN

3. PT. Jawa Barat Gadai

4. PT. Rumah Gadai Jakarta

5. PT Gadai Pinjam Indonesia

Kesimpulan 

Uang merupakan sebuah alat pembayaran. Ada banyak cara untuk dapat mendapatkan uang, salah satunya dengan pinjaman uang. Namun, meminjam uang sebaiknya Anda mengetahui arti dan beberapa hal terkait. Dengan begitu, Anda tak akan mudah tertipu oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Maka dari itu, hendaklah Anda lebih berhati-hati dan lebih baik memilih aplikasi atau penyedia pinjaman uang dengan cicilan yang sudah memiliki izin dan terdaftar resmi di lembaga yang berwenang, seperti OJK. 

Share: